(By : She Rye D.)
Hadir lagi
Di langit pagi cerah
Awan, putih berduyun, berjalan
Seperti menyingkir dari tempatnya
Menyerah menutupi biru di atas
Kulihat di sana ada senyumku
Terhaturkan untukmu
Mengembang riang
Memecah bimbang hati
Hanya jika
Jika saja kutahui niat suci
Bila hati menaruh tujuan
Kuatkan cinta kita bersama
Hanya jika
Jiwa terimakan s'gala cinta
Suara hati, suara-suara jerit rindu
Naruni melangkah tega
Tak ragu, tak menyarung sendu
Tak jua urung lalu kembali
Biarkan hati bersapa dalam diam
Biar mata kita bertatap, menguat
Mencegah rindu duduk meratap
Halau bimbang yang menyelinap
Biarkan niat itu kuat, tulus,
Menyirat, merapat di peraduan cinta
Kuhaturkan salam bertemu
Di atas tatap berjuta pandang
Merangkaikan dua jemari
Satu cinta, kita
Rabu, 20 Maret 2013
Lepaskan Rasa
(By : She Rye D.)
Baik, benar
Yang terasa tak terucap
Dibungkam tata krama
Dibutakan pujian naif
Dari sepasang hati memisah lagi
Hantam rindu pada rindu
Biar ia membuncah
Memecah sunyi sendiri
Sejak terbit sinar surya
Sampai berpulang sang senja
Bungkus untai kata-kata manis
Sebelum waktu berpamit, habis
Tempatkannya dalam lubuh jiwa
Lekatkan hingga ke sanubari raga
Kubuka bila rindu tak lagi menguat rasa
Hingga hatimu tiba di pelupuk mata
Jangan bungkam lagi
Permainan ini 'kan berakhir nanti
Jangan beri hati pada perindu kedua
Jika awalnya masih 'kan meminta
Hati takkan menerima
Dua jiwa terpisah karena paksa
Jangan bungkam rasa atas nama cinta
Berhari-hari kau meragu
Syahdunya rindu memendamkan cerita
Dari segala haluan fatamorgana hidup
Jenuh penantian belum berakhir
Cerita indah masih 'kan terukir
Jangan pendam lagi rasa di hati
Biar ia ada, datang merengkuh batin
Baik, benar
Yang terasa tak terucap
Dibungkam tata krama
Dibutakan pujian naif
Dari sepasang hati memisah lagi
Hantam rindu pada rindu
Biar ia membuncah
Memecah sunyi sendiri
Sejak terbit sinar surya
Sampai berpulang sang senja
Bungkus untai kata-kata manis
Sebelum waktu berpamit, habis
Tempatkannya dalam lubuh jiwa
Lekatkan hingga ke sanubari raga
Kubuka bila rindu tak lagi menguat rasa
Hingga hatimu tiba di pelupuk mata
Jangan bungkam lagi
Permainan ini 'kan berakhir nanti
Jangan beri hati pada perindu kedua
Jika awalnya masih 'kan meminta
Hati takkan menerima
Dua jiwa terpisah karena paksa
Jangan bungkam rasa atas nama cinta
Berhari-hari kau meragu
Syahdunya rindu memendamkan cerita
Dari segala haluan fatamorgana hidup
Jenuh penantian belum berakhir
Cerita indah masih 'kan terukir
Jangan pendam lagi rasa di hati
Biar ia ada, datang merengkuh batin
Salam Rindu di Sini
( By : She Rye D. )
Hai, apa kabar lagi?
Kamu yang dekat
Terasa jauh sehari-hari
Kamu yang bahagia
Tak beri sedih di hati
Tersenyum, tetap begitu
Jadikan semua kisah kita
Rahasia yang tak berwaktu
Kisah yang belum berawal
Kini pun belum berakhir
Meyakinimu dan ketulusanmu
Meyakini takdir tiba untuk kita
Tuhan,
Kuhaturkan doa untuk cinta
Tiap tetes peluh yang ada
Kusampaikan salam untuk dia
Lewat angin, malam, dan hangat surya
Bunga-bunga
Menyanyikan lagu rindu
Merekah merah, jingga, biru
Bersenandung dalam sepi hati
Merujuk, menyahut, berkembang
Seperti cinta yang akan merekah
Seindah, seharum bunga-bunga cerah
Biar hati yang menahan cinta
Ia tiba pada peraduannya
Ia tiba sesuai masanya
Ia ada, ia di sana
Menanti ketika detik waktu berhenti
Salam rindu dari sang empu
Mendekatkan hati, pertemukan cinta
Salam rindu, wahai kasihku
Hai, apa kabar lagi?
Kamu yang dekat
Terasa jauh sehari-hari
Kamu yang bahagia
Tak beri sedih di hati
Tersenyum, tetap begitu
Jadikan semua kisah kita
Rahasia yang tak berwaktu
Kisah yang belum berawal
Kini pun belum berakhir
Meyakinimu dan ketulusanmu
Meyakini takdir tiba untuk kita
Tuhan,
Kuhaturkan doa untuk cinta
Tiap tetes peluh yang ada
Kusampaikan salam untuk dia
Lewat angin, malam, dan hangat surya
Bunga-bunga
Menyanyikan lagu rindu
Merekah merah, jingga, biru
Bersenandung dalam sepi hati
Merujuk, menyahut, berkembang
Seperti cinta yang akan merekah
Seindah, seharum bunga-bunga cerah
Biar hati yang menahan cinta
Ia tiba pada peraduannya
Ia tiba sesuai masanya
Ia ada, ia di sana
Menanti ketika detik waktu berhenti
Salam rindu dari sang empu
Mendekatkan hati, pertemukan cinta
Salam rindu, wahai kasihku
Takdir Mendekapkan Cinta
(By : She Rye D. )
Mungkin tak kan kuasa
Menghempas rasa, terlanjur lama
Mimpi pun tak kuasa
Menolak hadirnya, menghindar bayangan
Tapi aku tak kuasa menambah perih
Terima sepi di gentarnya hati
Penuh lamunan
Sanggahi reruntuhan sepi
Berdegup gempita menyahut paras
Bayang sepintas lalu
Merengkuh asa harapan
Penyair kelana sendirian
Hai, yang di sana
Tak berkata, tak menyapa
Kekakuan itu nyata di sana
Tak menyapa, tak hangat
Menyempit harap, mimpi
Jika pergi, menjauhlah
Jika ada, mendekatlah
Andai kita sama rasa
Jika saja nanti kita sama
Hanya kunanti rengkuhan takdir
Mendekapkan cinta kita
Kudekap janji di atas niat suci
Jagakan cinta, mimpi-mimpi bersama
Menjaga tulus cinta sejati
Hingga masanya tiba
Mungkin tak kan kuasa
Menghempas rasa, terlanjur lama
Mimpi pun tak kuasa
Menolak hadirnya, menghindar bayangan
Tapi aku tak kuasa menambah perih
Terima sepi di gentarnya hati
Penuh lamunan
Sanggahi reruntuhan sepi
Berdegup gempita menyahut paras
Bayang sepintas lalu
Merengkuh asa harapan
Penyair kelana sendirian
Hai, yang di sana
Tak berkata, tak menyapa
Kekakuan itu nyata di sana
Tak menyapa, tak hangat
Menyempit harap, mimpi
Jika pergi, menjauhlah
Jika ada, mendekatlah
Andai kita sama rasa
Jika saja nanti kita sama
Hanya kunanti rengkuhan takdir
Mendekapkan cinta kita
Kudekap janji di atas niat suci
Jagakan cinta, mimpi-mimpi bersama
Menjaga tulus cinta sejati
Hingga masanya tiba
Masih, Mendua Menyatu
(by : She Rye D. )
Masih
Surya terbentang membelalak
Mengamati tiap langkahku dan kamu
Awan berduyun-duyun mengejar kita
Bertanya-tanya kapan jiwa kan menyatu
Masih
Bulan hadir dalam sunyi gulita
Kamu, aku, dua tempat beda
Nantikan masa berdua jadi satu
Menghadirkan suara cinta mendesir kalbu
Malah masih
Kutanyakan cinta pada pemilik raga
Adakah suara memanggil, mendekat
Menggoyah kesendirian
Mencapai harkat
Bahagia duka, bersama, kita
Mungkin
Rindu masih perlu tertanam
Biar cinta tumbuh subur
Saat dua raga,satu hati
Jika waktu mendekat, mendekap
Eratkan pelukmu, dekap cinta kita
Biar waktu menguji hati
Rasa tak akan pergi
Penantian pada rasa berbalas
Walau sabar punya batas
Rasa hati kan berbalas
Masih
Surya terbentang membelalak
Mengamati tiap langkahku dan kamu
Awan berduyun-duyun mengejar kita
Bertanya-tanya kapan jiwa kan menyatu
Masih
Bulan hadir dalam sunyi gulita
Kamu, aku, dua tempat beda
Nantikan masa berdua jadi satu
Menghadirkan suara cinta mendesir kalbu
Malah masih
Kutanyakan cinta pada pemilik raga
Adakah suara memanggil, mendekat
Menggoyah kesendirian
Mencapai harkat
Bahagia duka, bersama, kita
Mungkin
Rindu masih perlu tertanam
Biar cinta tumbuh subur
Saat dua raga,satu hati
Jika waktu mendekat, mendekap
Eratkan pelukmu, dekap cinta kita
Biar waktu menguji hati
Rasa tak akan pergi
Penantian pada rasa berbalas
Walau sabar punya batas
Rasa hati kan berbalas
Satukan Beda Utuhkan Cinta
(By : She Rye D. , Malang)
Harum,,
Cinta itu seharum kesturii
Tak luntur karena hujan
Bukan spidol boardmarker
Tapi jadi permanent
Menempel pada papan hati
Tak seperti badai menghantam karam
Tapi hujan gerimis di pagi cerah
Menyerta pelangi sejuta warna
Menyatu, berpadu, berbeda, bernada
Bak cahya memndar antara gelap
Batin bertemu batin
Bukan selalu sma
Karena beda itu menyatukan jiwa
Cintai separuh hati,
Lengkapi separuh bedanya
Maka cinta itu utuh dengan kita
Diam pun kan terungkap
Rasa itu milik kita
Pandang aku
Kan kutangkap cinta dari itu
Ikatkan cinta kita
Sucinya menambah warna
Dunia yang tetap berputar
Tapi cinta kita tetap berdiam
Semakin dalam terpendam
Meluap pada pandang dan kita
Walau beda tak pernah berkilah
Tetapkan cinta berpegang teguh
Berikan separuh hati
Lengkapkan separuh cinta
Maka cinta itu utuhkan kita
Harum,,
Cinta itu seharum kesturii
Tak luntur karena hujan
Bukan spidol boardmarker
Tapi jadi permanent
Menempel pada papan hati
Tak seperti badai menghantam karam
Tapi hujan gerimis di pagi cerah
Menyerta pelangi sejuta warna
Menyatu, berpadu, berbeda, bernada
Bak cahya memndar antara gelap
Batin bertemu batin
Bukan selalu sma
Karena beda itu menyatukan jiwa
Cintai separuh hati,
Lengkapi separuh bedanya
Maka cinta itu utuh dengan kita
Diam pun kan terungkap
Rasa itu milik kita
Pandang aku
Kan kutangkap cinta dari itu
Ikatkan cinta kita
Sucinya menambah warna
Dunia yang tetap berputar
Tapi cinta kita tetap berdiam
Semakin dalam terpendam
Meluap pada pandang dan kita
Walau beda tak pernah berkilah
Tetapkan cinta berpegang teguh
Berikan separuh hati
Lengkapkan separuh cinta
Maka cinta itu utuhkan kita
Cinta Mendunia Kita
(By : She Rye D. , Malang, 20 Maret 2013 )
Gemuruh langit, menyeru angin
memburu awan, berjalan beriringan
merangkai mimpi, asa, dalam bayangan
sepatah, dua patah kata, tentang cinta dan khayalan
dingin, ramai, di kesunyian
menanti lagi, dan lagi tentang dirimu
lunturkan lara, menggerus keras hati
gugurkan kesombongan batin yang merajai
lembut bayangan membelai
wangi rerumputan menyeruak
sebagai hati yang tengah merindu pasti
jika cinta itu suara,
ingin kudengar nyanyian lembut
sepanjang hariku hidup
jika cinta itu warna,
biar kulukis pada lembaran cakrawala
karena itu dunia tak akan tanpa warna
jika cinta itu rasa,
ingin kupendam dalam pada relung hati
agar kumiliki sepanjang cerita ini
dan cinta tanpa nama
adalah cinta yang dimiliki
tanpa tahu kapan pertemuan pasti
Langganan:
Postingan (Atom)
My Story: Sabar Itu Berbatas 'kah?
Tiga tahun yang lalu, aku tak pernah terpikir bahwa hadiah itu akan diberikan oleh orang tuaku. Semua orang tahu bahwa sekarang ini jaman ca...
-
Senja langit t’lah berlalu Semakin lama, semakin gelap Semakin kelam dan kalut Terasa sesak di dada Seperti bom atom yang siap meledak Kap...
-
Hai, kalian! Yang merasa paling hebat Berdiri dengan semena-mena Tanpa memikirkan apa yang terjadi Hai, kalian! Yang duduk di singgasan...
-
Kata itu yang ingin aku ucap sekarang. Sebuah kata yang tulus dari hatiku. Walau tidak pernah kutahu mengapa jadinya begini. Mengapa aku men...