Seperti halnya alam yang penuh dengan hal-hal berpasangan, demikian mungkin aku juga. Berharap menemukan setengah hati yang mengembara. Entah apakah akan terjadi. Sementara di sini masih dipenuhi dengan penantian semu. Kurasa. Sepertinya sudah lama ini terjadi. Begini selalu jadinya. Apakah benar atau kah kesemuanku saja? Aku pun tak tahu. Mungkin nanti setelah aku melupakan hal ini, akan ada petunjukNya yang mengarahkan hatiku pada hatinya. Itu harap yang bukan sekedar harap. Ingin kunyatakan dalam hidupku. Jika nanti aku menyerah, bayangmu yang akan mengingatkanku. Penantian ini masih terjadi. Terus terjadi entah sampai kapan.
Aku tahu terlalu cepat kunyatakan kegalauanku. Namun, kunyatakan dengan pasti bahwa memang aku masih menantimu. Semoga saja kelak tidak salah dalam pilihku. Semoga benar engkau yang kupilih dan memilihku pertama kalinya. Jika memang tidak dipertemukan sekarang, semoga beberapa saat lagi akan ada jawabannya.
By : She Rye D.
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Rabu, 11 April 2012
Selasa, 27 Desember 2011
Entah Bagaimana ?
Hari yang cerah untuk disampaikan. Ya, hari ini tidak hujan seperti kemarin. Bukankah fenomena ini alami? terjadi kapan pun, asalkan mendukung, tidak dapat dihindari lagi. Entah bagaimana. Kata itu yang hampir selalu terucap ketika kesulitan mulai muncul. Kadang, semua terasa berat dan membutuhkan cara untuk mengungkapkan fakta yang menarik dari kata itu. Tersirat dalam ucapan yang pasti akan muncul dengan sendirinya karena kegalauan hati. Entah bagaimana. Begitulah, terucap dengan mudah hanya karena ingin mendapatkan jawaban dari yang lain. Entah bagaimana lagi. Terkadang terucap karena keputusasaan yang memuncak dan tak terbendung. Entah bagaimana. Bukan sekedar kata yang tanpa sengaja terucap kan?
Rabu, 02 November 2011
Tetap Dinamis
Menyelesaikan tugas lagi. Akhirnya, tidak ada kata mengalah pada lelah. Bukan menyerah pada keadaan yang akhirnya memaksaku untuk berhenti. Semua ini adalah hal yang baik. Menuntut ilmu sekaligus melakukan hal dan aktivitas lain yang baik. Mereka dapat dilakukan secara berkesinambungan. Pasti bisa.
Berkata menyerah sebelum mencoba, memang hanya sia-sia yang terkadang berbuah penyesalan. Perasaan takut akan kegagalan seharusnya tidak mengarahkan kita pada jalan yang statis dan hanya 'beggitu' saja. Bukan berarti juga terlalu menyibukkan diri sehingga tidak memperhatikan keadaan diri. Semuanya perlu seimbang.
Agenda harian yang penuh pernah kurasakan. Pada awalnya, semangat itu masih ada. Lama-lama, seperti biasanya, bosan pun datang dan menginap di pikiran. Yang ada hanyalah mengeluh dan mengeluh. Semua serba membosankan.
Jika hanya memperdulikan kebosanan, maka tidak akan pernah ada kata 'maju' padahal masih ada banyak rintangan yang mungkin lebih berat lagi dari sekarang. Seandainya dibandingkan, masa muda ini masih belum ada apa-apanya. Menyiapkan masa depan akan lebih baik dari sekarang. Banyak belajar mulai dari sekarang, mengambil hikmah dari tiap kesulitan dan konflik yang mengelilingi, berlaku bijak dalam menyikapi berbagia hal, itu lebih baik dari sekedar mengucap kesal dan segala keluhan. Perjuangan ini masih panjang.
Berkata menyerah sebelum mencoba, memang hanya sia-sia yang terkadang berbuah penyesalan. Perasaan takut akan kegagalan seharusnya tidak mengarahkan kita pada jalan yang statis dan hanya 'beggitu' saja. Bukan berarti juga terlalu menyibukkan diri sehingga tidak memperhatikan keadaan diri. Semuanya perlu seimbang.
Agenda harian yang penuh pernah kurasakan. Pada awalnya, semangat itu masih ada. Lama-lama, seperti biasanya, bosan pun datang dan menginap di pikiran. Yang ada hanyalah mengeluh dan mengeluh. Semua serba membosankan.
Jika hanya memperdulikan kebosanan, maka tidak akan pernah ada kata 'maju' padahal masih ada banyak rintangan yang mungkin lebih berat lagi dari sekarang. Seandainya dibandingkan, masa muda ini masih belum ada apa-apanya. Menyiapkan masa depan akan lebih baik dari sekarang. Banyak belajar mulai dari sekarang, mengambil hikmah dari tiap kesulitan dan konflik yang mengelilingi, berlaku bijak dalam menyikapi berbagia hal, itu lebih baik dari sekedar mengucap kesal dan segala keluhan. Perjuangan ini masih panjang.
Langganan:
Postingan (Atom)
My Story: Sabar Itu Berbatas 'kah?
Tiga tahun yang lalu, aku tak pernah terpikir bahwa hadiah itu akan diberikan oleh orang tuaku. Semua orang tahu bahwa sekarang ini jaman ca...
-
Senja langit t’lah berlalu Semakin lama, semakin gelap Semakin kelam dan kalut Terasa sesak di dada Seperti bom atom yang siap meledak Kap...
-
Hai, kalian! Yang merasa paling hebat Berdiri dengan semena-mena Tanpa memikirkan apa yang terjadi Hai, kalian! Yang duduk di singgasan...
-
Kata itu yang ingin aku ucap sekarang. Sebuah kata yang tulus dari hatiku. Walau tidak pernah kutahu mengapa jadinya begini. Mengapa aku men...