Rabu, 20 Maret 2013

Masih, Mendua Menyatu

(by : She Rye D. )

 
Masih
Surya terbentang membelalak
Mengamati tiap langkahku dan kamu
Awan berduyun-duyun mengejar kita
Bertanya-tanya kapan jiwa kan menyatu

Masih
Bulan hadir dalam sunyi gulita
Kamu, aku, dua tempat beda
Nantikan masa berdua jadi satu
Menghadirkan suara cinta mendesir kalbu

Malah masih
Kutanyakan cinta pada pemilik raga
Adakah suara memanggil, mendekat
Menggoyah kesendirian
Mencapai harkat
Bahagia duka, bersama, kita

Mungkin
Rindu masih perlu tertanam
Biar cinta tumbuh subur
Saat dua raga,satu hati

Jika waktu mendekat, mendekap
Eratkan pelukmu, dekap cinta kita
Biar waktu menguji hati
Rasa tak akan pergi
Penantian pada rasa berbalas
Walau sabar punya batas
Rasa hati kan berbalas

Satukan Beda Utuhkan Cinta

(By : She Rye D. , Malang)

Harum,,
Cinta itu seharum kesturii
Tak luntur karena hujan
Bukan spidol boardmarker
Tapi jadi permanent
Menempel pada papan hati

Tak seperti badai menghantam karam
Tapi hujan gerimis di pagi cerah
Menyerta pelangi sejuta warna
Menyatu, berpadu, berbeda, bernada
Bak cahya memndar antara gelap

Batin bertemu batin
Bukan selalu sma
Karena beda itu menyatukan jiwa
Cintai separuh hati,
Lengkapi separuh bedanya
Maka cinta itu utuh dengan kita

Diam pun kan terungkap
Rasa itu milik kita
Pandang aku
Kan kutangkap cinta dari itu
Ikatkan cinta kita
Sucinya menambah warna
Dunia yang tetap berputar
Tapi cinta kita tetap berdiam
Semakin dalam terpendam
Meluap pada pandang dan kita

Walau beda tak pernah berkilah
Tetapkan cinta berpegang teguh
Berikan separuh hati
Lengkapkan separuh cinta
Maka cinta itu utuhkan kita
Cinta Mendunia Kita 
(By : She Rye D. , Malang, 20 Maret 2013 )


Gemuruh langit, menyeru angin
memburu awan, berjalan beriringan
merangkai mimpi, asa, dalam bayangan
sepatah, dua patah kata, tentang cinta dan khayalan

dingin, ramai, di kesunyian
menanti lagi, dan lagi tentang dirimu
lunturkan lara, menggerus keras hati
gugurkan kesombongan batin yang merajai

lembut bayangan membelai
wangi rerumputan menyeruak
sebagai hati yang tengah merindu pasti
jika cinta itu suara,
ingin kudengar nyanyian lembut
sepanjang hariku hidup

jika cinta itu warna,
biar kulukis pada lembaran cakrawala
karena itu dunia tak akan tanpa warna
jika cinta itu rasa,
ingin kupendam dalam pada relung hati
agar kumiliki sepanjang cerita ini
dan cinta tanpa nama
adalah cinta yang dimiliki
tanpa tahu kapan pertemuan pasti

Kamis, 24 Januari 2013

Berjuang dari Konflik

Manusia penuh dengan rahasia. Intrik dan segala konflik batin maupun lahir pasti akan selalu ada. Terkadang aku memikirkan tentang bagaimana menjadi manusia yang bebas dari intrik. Konflik yang terus memelukku setiap hari tanpa henti membuat sesak terasa semakin menjadi. Hari demi hari yang berganti tidak terasa perubahan konflikku.
Konflik batin yang terasa lebih berat. Konflik lahir tidak akan sampai melukai batin. Terkadang. Tapi, konflik batin berefek langsung pada hati dan kondisi psikologis seseorang. Terasa amat lelah bila tidak segera tertangani. Bukankah selama ini kita sudah sering melihat pasien gangguan jiwa yang berkeliaran di jalan - jalan? Batin dan jiwa mereka menjadi sakit. Meski mereka tidak merasakan sakit pada raga mereka, tapi jika jiwa sakit, lahir akan secara otomatis mengikutinya. Kenapa? Jika jiwa yang sakit, maka dapat juga menjadi lupa makan, minum, tidak bersemangat melakukan apa pun, atau juga tidak perduli pada kesehatan raga kita.
Aku hampir saja terlarut dalam konflik batin yang menggerus semangat aktivitasku. Aku bersyukur, mengendalikannya dengan serius ternyata memang sulit. Sekarang pun harus selalu berjuang untuk itu.

Sulit Menyatu

Gerimis, dingin mendayu
mengusik dentum detak jantung teratur
mengalih hati pada wajah pasi
iba atau empati
batin tetap mendengar
telinga masih merasa
aneh, adanya

hanya dua hati saling mengetahui
tapi tak jua bertegur sapa
dekat yang berjauhan
kenapa benci tak berganti
jika saja nuranimu mengisi
maka bawakan senyuman padanya
maka genggam erat jemarinya
bentak, atau nasihati karena sifatnya
biar dia tahu baik yang sebenarnya

Senin, 02 Juli 2012

Trend Galau : Bukan Cerita Perjalanan Galauers

Menjalani perkuliahan semester akhir memang memberikan efek galau tersendiri. Tugas menumpuk, skripsi nunggu direvisi, kekasih hati gak nongol-nongol lagi (padahal gak ada pacar : D), semua makin memberikan efek 'galau' tersendiri. Sebenarnya semua bisa mudah diatasi kalau kita dapat melakukan koping yang baik atas masalah yang ada. Tapi, tetep aja tuh masih pada banyak yang galau.
Kayaknya efek galau emang udah trend di masyarakat. Entah bagaimana ceritanya dulu, tiba-tiba kata 'galau' menjadi fenomena yang trend dan keren walau sebenarnya efeknya gak sama kerennya. Galau itu bisa diartikan sebagai kebimbangan atau keresahan atas sesuatu yang dipikirkan. Galau bisa menyerang semua orang. Mungkin aja saking kerennya nih kata 'galau', sampai-sampai tiap ada orang diem aja dibilang galau. Pernah ada yang nyelethuk,
"Eh, orang itu pasti lagi galau. Dari tadi diem mulu."
Hmm, bener-bener virus galau bikin bahaya aja nih. Keren sih, tapi masak setiap ada orang diem dibilang galau. Mungkin aja kan orang itu cuma pengen diem gara-gara lagi sariawan atau lagi ngantuk makanya gak pengen banyak ngomong.





(Gambar dari keripikgobyos.blogspot.com)

Emang galau itu bisa menyerang siapa saja. Gak kenal usia atau jabatan. Semua rakyat Indonesia bisa aja terkena tanpa terkecuali. Obatnya??? Wah, ke psikiater aja kalau galaunya udah tingkat dewa. Kalau masih galau kelas teri sih bisa diobatin dengan cara jalan-jalan atau traktir makan di restoran mewah terus pesen makanan sampek perut hampir mbludak (hehe.. peace V^_^). Gak percaya? Bisa dicoba (Nb : jika sakit berlanjut hubungi kantor pos.. Loh?)





(Gambar dari bikinbetah.blogspot.com)

Keadaan yang seharusnya ditangani oleh semua kalangan masyarakat adalah mencari pakarnya. Sayangnya, belum ada RSG (Rumah Sakit Galau) buat nampung para galauers yang menjadi korban virus galau. Entah kenapa sampai sekarang pun belum ada vaksin galau yang diciptakan para ilmuwan. Padahal penyakit galau ini udah merambah dari dahulu kala. Cuma, emang bekennya mulai abad 20 ini. Dan pasti semua galauers sebenarnya pengen banget dibangun RSG buat fasilitas galau yang menyenangkan sehingga virusnya bisa ilang dengan sendirinya. Yang jadi masalah, takutnya RSG ini malah dimanfaatin buat penderita galau tingkat terminal alias konsumen sehat jiwa alias orang gangguan mental parah sebagai tempat mereka karena mereka mungkin salah baca RSG jadi RSJ yang cuma beda satu huruf aja. Wah, kalau begitu bisa gawat.

(Tulisan ini dibuat untuk mencurahkan pikiran penulis. Segala muatannya adalah murni dari tulisan penulis sendiri. Copy paste diperbolehkan asal mendapat persetujuan dari penulis... Thanks^_^, salam galau !)

Ego Merasa pada Surya Fana

Terburu aku menyikap
berkata dan bersua dengan ego hati
meninggi dan yakin bahwa
aku takkan terpana
dengan cahaya surya di setengah siang

kata mata berbicara
meyakinkan rona sinarnya bermakna
memesona setiap bunga taman
yang bermekaran
mendamba sosok sinar hangat

paras oriental bersinar
kau bilang demikian
berbeda dengan kefanaan
kau pilih sendiri
dan kau adalah diri
yang nyata saat ini

Lembayung yang merona
menatapmu masih
terdiam memejam
mengikat rasa yang hendak terburai
memendam kagum dalam - dalam
menanti dan menanti
itu bukan kamu
tapi mungkin kamu

By ; She Rye D.

My Story: Sabar Itu Berbatas 'kah?

Tiga tahun yang lalu, aku tak pernah terpikir bahwa hadiah itu akan diberikan oleh orang tuaku. Semua orang tahu bahwa sekarang ini jaman ca...