Apa yang dapat kita lakukan untuk orang lain? Pertanyaan itu yang semestinya muncul ketika kita terus menuntut dan menuntut orang lain untuk dapat memahami kita. Menjadi seseorang yang dapat memahami orang lain, percaya atau tidak, agaknya masih sulit dilakukan. Sedangkan sangat mudah jika kita menuntut orang lain untuk dapat memahami bagaimana kita. Lalu, apa yang sudah kita berikan untuk mereka? Apa sudah sesuai dengan apa yang kita tuntut dari mereka??
Akhir-akhir ini, bagi saya, kata-kata "pahami aku", "tolong mengertilah", ataupun "saya tidak mengerti Anda" agaknya telah menjadi suatu kata yang familiar. Berawal dari ketidaksengajaan mendengar obrolan lain, tiba-tiba terpikirkan sebuah pertanyaan, "Lalu, apakah Anda telah mencoba memahami dia?". Sebuah pertanyaan yang mungkin sepele, tapi memiliki makna yang dalam. Ketika kita hanya menuntut, tanpa tahu apa saja yang telah kita berikan sebagai hadiahnya, apakah itu cukup?? Jika saya di posisi itu, tentu saya akan berpikir untuk menimbang-nimbang tuntutannya.
Kamis, 24 Maret 2011
Langganan:
Komentar (Atom)
My Story: Sabar Itu Berbatas 'kah?
Tiga tahun yang lalu, aku tak pernah terpikir bahwa hadiah itu akan diberikan oleh orang tuaku. Semua orang tahu bahwa sekarang ini jaman ca...
-
Kata itu yang ingin aku ucap sekarang. Sebuah kata yang tulus dari hatiku. Walau tidak pernah kutahu mengapa jadinya begini. Mengapa aku men...
-
Senja langit t’lah berlalu Semakin lama, semakin gelap Semakin kelam dan kalut Terasa sesak di dada Seperti bom atom yang siap meledak Kap...
-
Tiga tahun yang lalu, aku tak pernah terpikir bahwa hadiah itu akan diberikan oleh orang tuaku. Semua orang tahu bahwa sekarang ini jaman ca...